Friday, December 10, 2010

SEPULUH SEBAB PENGHAPUS DOSA


04 Muharam 1432H
Oleh : alsofwah

Nash-nash al-Qur`an dan Sunnah telah menunjukkan bahwa hukuman dosa (siksa) dapat dihapuskan dari seorang hamba dengan sepuluh sebab berikut ini:

1. Taubat Nasuha.

Yaitu taubat yang sebenar-benarnya taubat, maka ia (taubat nasuha) dapat meleburkan dosa sebelumnya. Dan Allah Subhanahu Wata'ala Maha menerima taubat hamba-hambaNya yang mau bertaubat kepadaNya.

Dan orang yang bertaubat dari segala dosa bagaikan orang yang tidak memiliki dosa. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. asy-Syura: 25).

Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman, artinya, “Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu, sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-A’raf: 153).

2. Beristighfar.

Yaitu memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Sesungguhnya Allah akan mengampuni hamba-hambaNya yang meminta ampunan (beristighfar) kepadaNya. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. an-Nisa`: 110).

Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman, artinya, “Dan Tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. al-Anfal: 33).

Begitu juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang apa yang beliau riwayatkan dari Rabbnya, artinya, “Wahai anak cucu Adam (manusia) seandainya dosa-dosamu setinggi awan di langit, lalu kamu meminta ampun kepadaKu, niscaya Aku akan mengampuni dosa-dosamu.” (HR. at-Tirmidzi, dan dia berkata, “Hadits hasan shahih.”

Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman dalam hadits qudsi, artinya, “Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian melakukan kesalahan (dosa) di waktu malam dan siang hari, sedangkan Aku lah yang dapat mengampuni semua dosa, maka mohon ampunlah kalian kepadaKu niscaya Aku akan mengampuni dosa kalian.” (HR. Muslim).

3. Kebaikan-kebaikan menghapuskan dosa-dosa.

Seperti shalat, shadaqah, puasa, haji, membaca al-Qur`an, berdzikir kepada Allah, berdo’a, beristighfar, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung silatur rahim, dan lain-lain. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Huud: 114).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Shalat-shalat yang lima waktu, jum’at ke jum’at, ramadhan ke ramadhan dapat meleburkan dosa diantara keduanya apabila dosa-dosa besar dijauhkan.” (HR. Muslim).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda, “Dan ikutilah perbuatan buruk/ kejahatan dengan perbuatan yang baik, niscaya dia menghapuskannya.” (HR. at-Tirmidzi dan dia menghasankannya).

Sesungguhnya satu kebaikan dilipat gandakan balasannya sampai sepuluh kali lipat, adapun keburukan akan dibalas yang serupa dengannya. Maka celakalah bagi orang yang berguguran (kalah) satu persatu dari sepuluh sebab tersebut.

4. Doa orang-orang yang beriman.

Maksudnya mereka memohon ampunan (kepada Allah, pen.) untuk orang yang beriman (lainnya) baik ketika hidup maupun setelah mati dan khususnya pada saat ketidak beradaannya (tanpa sepengetahuan orang yang didoakan, pen.) dan begitu juga doanya atas saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak hadir (tanpa sepengetahuannya, pen.) adalah mustajab, di samping kepalanya terdapat malaikat, setiap dia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat yang diutus berkata, ‘Amin, dan bagimu sepertinya (seperti orang yang didoakan, pen.).” (HR. Muslim).

5. Perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan/ diniatkan untuk si mayyit .

Seperti shadaqah; puasa; haji; membebaskan budak; dan yang lainnya. Para ulama berpendapat, “Amal shalih apa pun (yang dapat mendekatkan diri kepada Allah) yang dia kerjakan dan dia peruntukkan pahalanya untuk seorang muslim baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal, maka hal itu bermanfaat baginya.” Dan yang lebih utama adalah mencukupkan dalam hal tersebut pada apa yang dijelaskan/ ditetapkan oleh nash-nash (al-Qur`an dan Sunnah).

6. Syafa’at Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan selainnya.

Maksudnya adalah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan selain beliau akan memberikan syafa’at kepada orang-orang yang berbuat dosa pada hari Kiamat dengan izin Allah Subhanahu Wata'ala sebagaimana hal tersebut ditetapkan di dalam hadits-hadits shahih.

7. Musibah-musibah.

Dengannya lah Allah Subhanahu Wata'ala menghapuskan dosa-dosa atau kesalahan-kesalahan (yang dilakukan oleh hamba-hambaNya, pent.) di dunia sebagaimana yang telah dijelaskan dalam ash-Shahihain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam;bersabda,

“Tidaklah orang yang beriman ditimpa penyakit yang terus menerus dan tidak pula rasa cemas, rasa sedih, rasa susah dan rasa sakit, sampai-sampai duri yang menusuk kecuali Allah menghapuskan dengannya dari dosa-dosa/ kesalahan-kesalahannya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

8. Apa yang didapatkan oleh seorang hamba ketika di dalam kubur.

Yakni berupa fitnah, himpitan liang kubur, kengerian, maka ini semua di antara yang dapat menghapuskan dosa-dosa.

9. Rasa takut, kesusahan serta kengerian terhadap kedahsyatan hari kiamat.
10. Rahmat Allah Subhanahu Wata'ala

Sesungguhnya karena rahmat Allah Subhanahu Wata'ala, semua hamba mendapatkan maaf dan ampunanNya tanpa sebab, maka Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, sebagaimana Dia berfirman, artinya, “Dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu.” (QS. an-Nisa`: 48 dan 116).

Dan Dia lah yang Maha Penyayang kepada hamba-hambaNya melebihi sayangnya seorang ibu kepada anak-anaknya dan sungguh rahmat Allah Subhanahu Wata'ala meliputi segala sesuatu.(Abu Nabiel).

Thursday, December 9, 2010

Adab Minum Rasulullah S.A.W


03 Muharam 1432H
Oleh : Markisa Razak

Rasulullah SAW amat menyukai minum madu yang dicampur dengan air sejuk. Amalan ini untuk tujuan amalan kesihatan. Rasulullah SAW juga suka minum air sejuk dan mencicip madu sebelum makan apa-apa diwaktu pagi.

Antara khasiat amalan-amalan ini ialah:

1. Menghilangkan balqham (kahak/lendir)
2. Mencuci perut
3. Membuang sisa-sisa makanan yang tertinggal didalam perut yang tidak
dicernakan dengan sempurna dan menolaknya ke usus besar
4. Menghapuskan sukatan dalam usus, menghilangkan senak perut dan sedu
5. Memperbaiki fungsi buah pinggang, limpa dan hati.

Rasullah SAW suka minum air yang telah disimpan semalaman didalam suatu bekas.

Minuman Manis dan Sejuk

Aisyah (ranha) meriwayatkan bahawa: " Diantara banyak-banyak jenis minuman, Rasulullah saw suka minuman manis dan sejuk"

Hadis bermaksud, baginda mengemari minuman manis dan sejuk, campuran madu atau nabiz (rendaman buah tamar).

Didalam suatu doa Rasullah ada menyebut " Ya Allah kurniakanlah aku dengan cintaMu yang lebih besar dari cintaku kepada nyawa, harta,anak dan cintaku kepada air sejuk"

Ini memberi isyarat bahawa sudah tentu minuman air sejuk itu mempunyai khasiat yang lebih besar. Adapun minuman jika terkumpul didalamnya kemanisan dan kesejukan akan menjadi asbab yang paling bermanfaat untuk penjagaan kesihatan tubuh badan Ini sekali gus berperanan bahan pemakanan dan mencernakan makanan yang masuk kedalam tubuh lalu menyalurkannya keseluruh anggota badan.

Ringkasan adab minum :

1. Gelas atau cawan hendaklah dipegang dengan tangan kanan
2. Bacalah " Bismillah"
3. Minum dengan tiga nafas
4. Minum dalam keadaan duduk
5. Jangan bernafas kedalam air. Setiap kali berhenti minum arahkan pernafasan ketempat lain.
6. Setiap kali berhenti minum (pada setiap penafasan) bacalah Alhamdullilah
7. Jika tidak ada tempat untuk duduk adalah diharuskan minum sambil berdiri
8. Jangan terus minum selepas selesai mengerjakan kerja-kerja berat.
9. Minum dari baki air yang telah diminum oleh orang lain, Hadis menyatakan bahawasaki baki air minuman seseorang Islam adalah ubat untuk penyakit.

"MELIMPAH RUAHNYA GANJARAN ALLAH"


03 Muharam 1432H
Oleh : eSpAcE 9808

Allah s.w.t berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261:

" Bandingan (derma atau nafkah) orang-orang yang membelanjakan hartanya pada jalan Allah, ialah seumpama sebiji benih yang menumbuhkan tujuh batang tangkai, setiap tangkai itu mengandungi 100 biji. Allah melipatkan pahala bagi siapa yang dikehendakiNya dan Allah Maha Luas ( kurnianya ) lagi Maha Mengetahui"

Berdasarkan kepada ayat di atas, satu amal kebajikan yang dilakukan oleh seorang hamba dengan syarat bahawa amalan itu sah dari sudut syara', mengikut syarat dan rukunnya, serta ikhlas kerana Allah s.w.t akan diberikan ganjaran paling minima dengan 10 kali ganda sehingga 700 kali ganda, malahan lebih daripada itu dengan izin Allah. Sebagai contohnya mereka yang melakukan ibadat di Masjidil Haram Makkah akan diganjar dengan 100,000 ganjaran.

Manakala orang yang dapat beramal di malam qadar pada bulan Ramadhan diberi oleh Allah dengan pahala yang lebih baik dari seribu bulan. Begitu juga orang yang membaca al-Quran, akan diganjar dengan 10 kebajikan pada setiap huruf yang yang dibunyikan.

Rasulullah s.a.w telah bersabda:

" Sesiapa yang membaca satu huruf daripada Kitab Allah ( Al-Quran ), maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu akan digandakan menjadi sepuloh yang seumpamanya. Tidaklah aku mengatakan mengatakan Alif Lam mim itu satu huruf , tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huru f"

(Riwayat At-Tarmizi )

Selain dari itu niat ketika beribadat adalah satu syarat kepada penerimaan amal ibadat mengikut Mazhab Imam As-Syafie. Niat adalah pembeza antara adat dan ibadat. Nabi s.a.w telah bersabda:

" Hanya sesungguhnya amalan itu dengan niat dan bagi setiap orang apa yang dia niat "

(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kadangkala niat yang baik sahaja pun sudah ada ganjaran apatah lagi jika disusuli dengan amalan. Rasulullah s.a.w bersabda:

" Niat seorang mukmin lebih baik dari amalannya "

Memberi tunjuk ajar kepada orang lain atau menunjukkan jalan yang baik supaya dia dapat melakukannya juga mendapat ganjaran sebagaimana orang yang melakukannya. Nabi bersabda:

" Orang yang menunjukkan seseorang kepada kebaikan adalah seperti mengerjakannya "

Iktikaf di dalam masjid misalnya tidak semestinya melakukan sesuatu amalan baru mendapat ganjaran. Apabila seseorang itu masuk ke masjid dan berniat iktikaf lalu dia duduk berdiam diri pun sudah berhasil mendapat pahala kerana dikira sebagai beriktikaf.

Dari Ibnu Abbas r.a : Sesungguhnya Rasulullah s.a.w telah bersabda mengenai riwayat yang baginda terima dari Allah Azza wajalla: Sesungguhnya Allah S.W T telah menetapkan beberapa kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal itu. Maka barangsiapa berniat untuk melakukan satu kebaikan, namun dia belum/tidak dapat melaksanakannya, maka Allah telah menuliskan satu kebaikan penuh disisinya.

Tetapi barangsiapa berniat melakukan satu amal kebaikan lalu ia melaksanakannya maka Allah akan menuliskan 10 kali ganjaran kebaikan hingga sampai 700 kali kebaikan, bahkan berlipat ganda yang banyak sekali di sisinya.

Dan barangsiapa berniat melakukan satu kejahatan, namun dia belum/tidak dapat melakukannya maka Allah akan menuliskan baginya satu kebaikan yang penuh kepadanya. Tetapi jika dia berniat melakukan satu amal kejahatan lalu dia melakukannya, maka Allah mencatatnya satu keburukan satu keburukan padanya"

(Buhkari dan Muslim)

Setiap manusia ada malaikat yang mencatat amal kebaikan dan kejahatan. Apabila manusia itu mati, malaikat yang mencatat amalan manusia akan diperintah oleh Allah s.w.t supaya berdiri diatas kubur si mati untuk bertasbih, bertahmid dan bertakbir dan menuliskan pahalanya kepada simati.

Sabda Rasulullah s.a.w:

" Dari Anas r.a dari Nabi s.a.w sabdanya: Sesungguhnya Allah telah menugaskan dua malaikat ( kiri dan kanan) untuk menulis segala apa yang dilakukan oleh hambanya. Kemudian apabila orang itu mati, maka Allah perintahkan kepada kedua malaikat itu dengan firmannya: " Hendaklah kamu berdua tinggal tetap di kubur hambaku, maka hendaklah kamu bertasbih, bertahmid dan bertakbir kepadaku sehingga hari Kiamat dan tuliskan apa yang diucapkan itu sebagai pahala untuk hambaku "

( Riwayat At-Tabrani)

Pada satu athar ada disebutkan bahawa kedua malaikat itu melaknat simati sehingga hari Kiamat jika mayat itu kafir.

Begitu juga jika seseorang yang sentiasa beramal kebaikan lalu ia sakit dan tidak dapat melakukan amalan sebagaimana biasa maka Allah akan memberikan pahala walau ia tidak melakukannya. Ini dijelaskan oleh nabi dalam hadisnya:

Dari Anas r.a, bahawa Nabi s.a.w telah bersabda: " Apabila seseorang mukmin diuji oleh Allah dengan satu bencana pada tubuhnya, maka Allah berfirman kepada malaikat penulis amalannya: " Tulislah juga untuknya amalan-amalan solih yang biasa ia lakukan, kemudian jika Allah sembuhkannya dari penyakit itu maka bersihkan dan sucikan dari dosanya. Jika sekiranya dia mati maka allah akan ampunkan dosanya dan memberi rahmat kepadanya"

( Ibnu Abi syaibah, Imam Ahmad dan Baihaki)

Beruntunglah Kita Yang Mensucikan Jiwanya!


02 Muharam 1432H
Oleh : muhamad agus syafii

Kita sebagai khalifah Allah dilengkapi dengan pelbagai kelebihan, tetapi sebagai hamba Allah, ia juga memiliki berbagai kelemahan. Disamping potensi untuk kebaikan, pada diri kita juga terdapat potensi yang menjerumuskanya ke lembah kehinaan.

Di satu sisi, kita sebagai manusia memiliki fitrah berketuhanan seperti yang disebut dalam surat ar Rum/ 30: 30 yang menyebabkan ia rindu untuk mendekatkan diri (taqarrub dan taraqqi) kepada Allah, tetapi pada sisi yang lain ,manusia memiliki hawa nafsu yang cenderung suka mengejar kenikmatan sesaat yang sifatnya rendah yang jika diturut, akan menjauhkan hubungan manusia itu dengan Nya.

Dalam surat Ali Imran 14 disebutkan bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk mengikuti dorongan syahwatnya manyangkut wanita, anak-anak, perhiasan emas perak, kendaraan, ternak dan tanah ladang. Kesemua hal tersebut bagi manusia mengandung makna kenikmatan, kebanggaan dan manfaat, dan kesemuanya itu merupakan harta yang bersifat duniawi.

Salah satu penghambat hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah cinta harta atau hubb ad dunya, mencintai hal-hal yang berskala dekat. Untuk mendekat kepada Allah, terlebih dahulu manusia harus bersih jiwanya, dan cinta harta merupakan salah satu daki yang mengotori jiwanya itu.

Salah satu bentuk sifat orang yang cinta harta adalah kikir, dan ia benar-benar merusak jiwa manakala dipatuhi, seperti yang dikatakan dalam hadis Nabi Riwayat Tabrani bahwa satu dari tiga hal yang merusak manusia adalah sifat kikir yang dipatuhi .

Oleh karena itu metode melawan kekikiran adalah tidak mematuhinya yakni dengan cara mengeluarkan sebagian hartanya untuk sadaqah, meski hawa nafsunya menyuruh yang sebaliknya. Perlawanan terus menerus terhadap sifat kikir itu merupakan proses tazkiyyah, dan karena kuatnya pengaruh hawa nafsu maka Al-Qur'an mengisyaratkan perlunya campur tangan kekuasaan untuk melakukan perlawanan terhadap sifat kikir manusia dalam bentuk perintah mengambil zakat bagi yang sudah berkewajiban seperti yang disebut dalam surat at Taubah/9:103 Alqur'an sangat konsisten dalam menganjurkan pengeluaran harta, baik yang diwajibkan (zakat) maupun yang dianjurkan (sedekah), sampai nafs yang sudah tercemar dapat kembali menjadi nafs zakiyyah, seperti pendapat Abu Amr Ibn al A'la yang dikutip oleh ar Razi, yakni nafs yang tidak lagi terbelenggu oleh dorongan-dorongan syahwat.

Apa yang dilakukan oleh Abu Bakar Siddik ketika beliau mengeluarkan harta untuk membebaskan Bilal, seorang budak muslim yang sedang disiksa oleh majikannya karena keislamannya dipandang sebagai perwujudan dari jiwa yang sudah bersih. Seperti yang banyak disebut oleh para mufassir bahwa turunnya surat al Lail/95:18 - adalah berkenaan dengan perbuatan Abu Bakar tersebut.

Dapat disebut sebagai puncak tazkiyyah adalah apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim ketika beliau siap melaksanakan perintah Allah menyembelih puteranya, Isma'il, karena posisi Isma'il bagi Ibrahim adalah harta yang tak ternilai, melebihi nilai seluruh hartanya.

Sebagaimana halnya kodrat kita di hadapan kekuasaan Allah, kita tidak bisa menjamin keberhasilan usahanya melakukan tazkiyyah, sebagaimana Rasul juga tidak bisa menjamin keberhasilan usahanya berdakwah sampai-sampai pamannya sendiri tidak beriman seperti yang disebut dalam surat al Qasas/28 : 56.

Dalam hal ini Al Qur'an disamping memuji orang yang berusaha melakukan tazkiyah juga menyebut tentang adanya hak otonomi Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Surat anNur 21 dan anNisa/5: 49 menyebutkan bahwa Allah mensucikan jiwa dari orang-orangyang dikehendaki Nya.

Bangunlah! Bertahajudlah!


03 Muharam 1432H
Oleh : muhamad agus syafii

Teman, Bangunlah! Bertahajudlah! Merapatkan kaki disisi Allah pada pertengahan malam. Tidak ada seorangpun mengetahui kecuali Allah. Air mata mengalir membasahi pipi dan mencuci bersih hati yang terkotori.

Berlindung dan berharap kepada Allah memenuhi segala kebutuhan mendambakan ridha Allah meridhai kita dengan kilauan cahaya disetiap wajah, anggota tubuh, istiqomah dalam beramal, ikhlas dalam hati dan senantiasa berpikir positif.

Nikmatilah! sholat malam melebihi dalam tidur lelap, sholat malam menjadikan berarti dalam hidup kita sebagai amal yang konsisten. Bahkan menjadi bagian yang tak terpisahkan. jadikan hati senantiasa gelisah karena merindukan sholat malam dan senang menyambut malam karena berdiri dihadapan Allah dengan tenang dan khusyuk.

Teman, hidupkanlah malam dengan tahajud dan berdzikir kepada Allah. Allah menggambarkan dengan indahnya bagi hamba-hambaNya yang senantiasa menunaikan sholat tahajud. 'Orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami adalah yang apabila diingatkan dengannya mereka tersungkur sujud, bertasbih, memuji Tuhan, serta tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidur mereka.' (QS. Al-Sajadah : 15-16).

Tahajud Yuk!

Saturday, December 4, 2010

Taktik Baru Perogol... Waspada... (Update)

>> Ahad, Disember 05, 2010

Update: Setelah baca komen dari Kasut Ku Larrie, gua mohon maaf kerana terlupa nak delete code yang gua test untuk mengelakkan orang copy-paste n3. Sekarang gua dah delete code tu... siapa nak copy n3 ini untuk tujuan sebaran umum.. di persilakan...



(Beware) : Important message for every female who goes to work, college or school alone. If you find a child crying on the road, showing you his/her address and asking you to bring  him/her there. Please take him/her to the police stations. No matter what you do, DON'T go to that address. This is a new way for gang members to rape females. Please sms this to all the girls and boys, so they can inform all their friends and family members.

Thanks
ASP Suman Kumar
D9-Bukit Aman.

Ini adalah pesanan dari member Bukit Aman, yang di terima melalui sms sebentar tadi. Pandai2 lu orang menilaikannya... gua sekadar memanjangkan sms tersebut sebagai langkah waspada dan berhati-hati.

Sekadar pesan berpesan sesama insan.... http://www.ikutsukaakuisa.co.cc/

Wednesday, December 1, 2010

Negara Islam - PAS akui ada kekangan tapi..

KUALA LUMPUR, 1 Dis — Sambil menyedari wujudnya tentangan berhubung idea negara Islam daripada kalangan sesetengah pihak, PAS menegaskan, parti komponen Pakatan Rakyat (PR) itu akan berusaha ke arah negara Islam dengan undang-undang hudud sebagai asasnya secara berperingkat jika dapat menawan Putrajaya.

Presiden PAS Datuk Seri Abdul Hadi Awang mengakui konsep itu belum menerima tarikan kalangan parti komponen PR sendiri tetapi mendakwa bangkangan terhadap idea itu hanya kerana kurangnya fahaman mengenai konsep negara Islam.

Pemimpin veteran ini memberitahu The Malaysian Insider, PAS akan memfokus usaha memperkenalkan undang-undang seperti yang diamalkan di Kelantan dan Kedah terlebih dahulu bagi membolehkan rakyat Malaysia menilai merit prinsip Islam dan undang-undang hudud. “Kita akan melaksanakan peringkat demi peringkat kerana kita perlu sedar bahawa yang pertama perlu difahami adalah perkataan Islam itu sendiri,” katanya.

Hadi menjelaskan Islam tidak boleh diterjemahkan kerana perkataan agama itu sendiri tidak memenuhi makna Islam dengan menyeluruh.

“Islam bukan sahaja agama tetapi adalah satu cara hidup bagi orang Islam yang melibatkan segala aspek.

“Yang kedua, kena sedar bahawa negeri kita mengamalkan sistem federalisme iaitu adalah ada bidang kuasa negeri-negeri,” katanya.

Kata Hadi, jika federalisme ini dapat diamalkan dalam konsep yang tepat yang mana PAS diberi peluang untuk menunjukkan konsep Islam yang sebenar dalam perjuangan dan negeri yang memerintah seperti Kelantan dan Kedah, ia dapat dilihat seluruh rakyat Malaysia mengikut pandangan mereka.

Kini PR memerintah empat negeri dengan Kelantan dan Kedah Menteri Besarnya adalah pemimpin PAS.

PAS memerintah Kelantan sejak 1990 dan pernah menerajui Terengganu antara 1999 dan 2004.

“Ini boleh menyebabkan kita mendirikan sebuah negara yang diterima semua, oleh sebab itu kita tidak mahu dari segi slogan sahaja sebagai negara Islam tetapi isinya tidak Islam.

“Ia perlu dilakukan secara peringkat,” kata bekas Menteri Besar Terengganu ini, dari 1999 hingga 2004.

Pada Julai lalu, pakar perlembagaan Prof A Aziz Bari berkata, debat mengenai negara Islam dan negara sekular tidak perlu dibangkitkan kerana polemik itu tidak akan menguntungkan sesiapapun, sebaliknya hanya mengelirukan umat Islam dan menakutkan bukan Islam.

Oleh itu menurut Aziz, semua orang harus berhenti dari bercakap tentang negara Islam kerana berpendapat orang Islam tidak akan jatuh kafir hanya kerana tidak bercakap tentang negara Islam.

“Tetapi bagi orang politik mereka lain, bagi mereka ini soal prinsip.

“Orang politik dari parti mana puan asyik prinsip saja. Atau pun mereka bertindak demikian kerana takut nanti orang tanya kenapa tidak persoal tentang perkara itu (negara Islam).

“Ini sebenarnya masalah antara Karpal dan Nik Aziz tadi,” katanya mengulas Mursyidul Am PAS Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat ketika itu yang mengatakan bahawa PAS akan terus melaksanakan Islam yang diperjuangkan sejak sekian lama walaupun ada bangkangan daripada beberapa pemimpin parti rakan sekutu dalam Pakatan Rakyat termasuk DAP.

Sehubungan itu beliau mahu Pengerusi DAP Karpal Singh supaya membuktikan konsep negara Islam acuan PAS, yang telah dilaksanakan di Kelantan selama 20 tahun, adalah salah.

Nik Aziz menganggap kenyataan Karpal, Pengerusi DAP yang menolak gagasan pembentukan konsep negara Islam PAS jika Pakatan Rakyat dapat menguasai pentadbiran negara, sebagai kenyataan peribadi.

Dalam satu temu bual dengan The Malaysian Insider awal Julau lalu juga Karpal mengulangi pendiriannya menolak untuk berkompromi terhadap konsep negara Islam yang diperjuangkan PAS sekiranya pembangkang mengambil alih negara.

Bagaimanapun, setakat ini Nik Aziz berkata beliau tidak nampak DAP secara terus-terang menolak dasar Islam yang diperjuangkan oleh PAS, cuma yang ada suara-suara sumbang beberapa kerat pemimpinnya dari luar.

Dalam temu bual dengan The Malaysian Insider yang diadakan di pejabatnya di bangunan Parlimen kelmarin, Hadi menambah, sudah tentu pihaknya akan membuat perubahan berasaskan daripada konvensyen sulung PR Disember 2009 di Shah Alam iaitu berpegang teguh pada prinsip perlembagaan diterima oleh semua.

PR akan mengadakan konvensyen kedua pertengahan bulan ini di Pulau Pinang.

“Kita akan terjemahkan prinsip Perlembagaan, ini sangat penting yang mana kita perlu meletakkan Islam sebagai Islam yang sebenar, agama yang memerintah, agama yang memerintah yang membuktikan keadilan kepada semua,” kata Ahli Parlimen Marang ini.

Hadi menambah, apa yang berlaku hari ini ialah Umno mewarisi sekularisme yang ditinggalkan British yang tidak boleh menunjukkan model Islam kepada bukan Islam.

Oleh itu kata beliau, penting bagi pihaknya memastikan Islam menunjukkan model yang baik bukan sahaja kepada orang Islam tetapi bukan Islam juga iaitu “model tak rasuah, model bersih dan model pemimpin yang adil dan baik... ini yang perlu kita tunjukkan.” Hadi juga yakin perubahan model ini akan menghasilkan satu anjakan besar kepada politik negara apabila orang bukan Islam melihat konsep yang sebenar.

“Ini yang perlu dilakukan yang mana keadilan untuk semua dapat dibuktikan.

“Perubahan ini kita akan lakukan termasuk melibatkan institusi diraja, kita tidak mahu raja ini jadi tempat mengampu, kita mahu raja ini adalah seorang raja yang berdaulat, seorang raja yang hebat, raja yang boleh bersama rakyat bukan raja seperti yang dibuat Umno sekarang ini,” kata beliau lagi.

“Umno sesekali guna raja, sesekali tendang raja... itu kita tidak lakukan,” kata beliau dilihat merujuk kepada pindaan perlembagaan pada 1980-an dan 1990-an untuk mengurangkan kekebalan raja-raja Melayu.

Ditanya jika PAS memenangi kerusi daripada Umno, adakah ia akan menjadikan parti itu mendapat kerusi majoriti, Hadi menjelaskan sekiranya orang-orang Melayu berubah dari segi pemikiran mereka untuj menjadikan PAS sebagai alternatif kepada Umno, maka ia boleh berlaku.

“Kita boleh menang dan tidak mustahil ia boleh berlaku, undi Melayu boleh berubah dan di Johor yang kuat Umno hari ini pun kita sudah ada dua kerusi,” kata beliau yang pernah menjadi Ketua Pembangkang di Parlimen.

“Secara jelas dan terang sehingga hari ini sudah tentu kita akan mempertahankan Kelantan, Kedah, sudah tentu Terengganu kita akan ambil balik manakala negeri-negeri lain adalah kerusi campuran yang akan kita bincangkan,” kata Hadi.

Mengenai kedudukan di Sabah dan Sarawak pula, kata beliau, PAS akan berbincang dalam PR.(Malaysian Insider)